<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Budidayaudang&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://budidayaudang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://budidayaudang.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 19:21:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='budidayaudang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Budidayaudang&#039;s Blog</title>
		<link>http://budidayaudang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://budidayaudang.wordpress.com/osd.xml" title="Budidayaudang&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://budidayaudang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI RESPON KEKEBALAN DAN DAYA TAHAN PADA CRUSTACEA</title>
		<link>http://budidayaudang.wordpress.com/2009/10/24/faktor-faktor-lingkungan-yang-mempengaruhi-respon-kekebalan-dan-daya-tahan-pada-crustacea/</link>
		<comments>http://budidayaudang.wordpress.com/2009/10/24/faktor-faktor-lingkungan-yang-mempengaruhi-respon-kekebalan-dan-daya-tahan-pada-crustacea/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 19:07:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budidayaudang</dc:creator>
				<category><![CDATA[budidaya]]></category>
		<category><![CDATA[crustacea]]></category>
		<category><![CDATA[udang]]></category>
		<category><![CDATA[FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN]]></category>
		<category><![CDATA[salinitas]]></category>
		<category><![CDATA[temperatur]]></category>
		<category><![CDATA[udang windu]]></category>
		<category><![CDATA[vanammei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budidayaudang.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Telah banyak diketahui bahwa penyakit pada populasi akuatik sering berkaitan dengan perubahan atau pencemaran lingkungan, yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan. Meskipun pengaruh-pengaruh ini telah banyak ditemukan pada budidaya ikan dan moluska namun baru sedikit penelitian yang secara kuantitatif mengenai dampak stresor lingkungan terhadap sistem kekebalan pada udang. Temperatur Temperatur air mungkin merupakan variabel lingkungan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budidayaudang.wordpress.com&amp;blog=10095467&amp;post=3&amp;subd=budidayaudang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p>Telah banyak diketahui bahwa penyakit pada populasi akuatik sering berkaitan dengan perubahan atau pencemaran lingkungan, yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan.<br />
Meskipun pengaruh-pengaruh ini telah banyak ditemukan pada budidaya ikan dan moluska namun baru sedikit penelitian yang secara kuantitatif mengenai dampak stresor lingkungan terhadap sistem kekebalan pada udang.</p>
<p>Temperatur<br />
Temperatur air mungkin merupakan variabel lingkungan yang paling penting, karena secara langsung mempengaruhi metabolisme, konsumsi oksigen, pertumbuhan, molting dan kehidupan. Pada umumnya, perubahan suhu yang drastis mempengaruhi sistem kekebalan yang dapat menjadi kritis jika waktunya bersamaan dengan keberadaan pathogen.<br />
Temperatur yang lebih rendah dapat merangsang penurunan jumlah sirkulasi hemocyt dan kemampuan phagocytic sebab ditentukan oleh metabolisme oksidatifnya. Temperatur yang  meningkat dapat menaikkan tingkat sirkulasi hemocyt dan plasma protein, tetapi menurunkan total prophenoloksidase hemocytic.<br />
Sebagai contoh pengaruh temperatur yang ada di Caledonia Baru, yang terdiri dari dua musim. Penurunan temperatur dari 27 menjadi 18oC  mengakibatkan mortalitas yang tinggi. Mortalitas juga tercatat tinggi ketika temperatur naik.<br />
Ada 2 jenis perubahan temperatur di Caledonia Baru: variasi dalam jangka panjang, yang berkaitan dengan perubahan musiman, dan perubahan dalam jangka pendek, biasanya berkaitan dengan perubahan meteorologis. Penelitian yang cukup lama menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata pada konsentrasi sirkulasi hemocyte dalam tubuh udang pada kedua musim, tetapi dari data percobaan menunjukkan bahwa metabolisme oksidatif pada hemocyte dipengaruhi oleh temperatur yang rendah.</p>
<p>Salinitas<br />
Salinitas berpengaruh relatif kecil terhadap laju metabolisme pada udang euryhaline, menunjukkan energi yang dibutuhkan untuk osmoregulasi mungkin relatif rendah. Namun, apabila kesehatan udang tidak seimbang, seperti selama infeksi virus,  stress yang dipicu oleh salinitas yang tinggi menyebabkan pertumbuhan lambat yang diakibatkan oleh infeksi. Perbedaan jumlah hemocyte yang signifikan juga dicatat pada udang yang dipelihara pada salinitas rendah.</p>
<p>Oksigen<br />
Tekanan oksigen yang rendah mengganggu kondisi metabolisme dan dapat memperlambat pertumbuhan dan molting, dan dapat menyebabkan mortalitas. Penelitian pada udang penaeid, hypoxia merangsang penurunan daya tahan yang nyata. Efektivitas dari aktivitas phagocytic dalam hemocyte menurun  (sekitar 50%) dalam udang pada kondisi oksigen yang rendah. Jadi,  tingkat oksigen yang rendah pada air  tambak menaikkan kerentanan terhadap infeksi penyakit.</p>
<p>Ammonia<br />
Pada budidaya sistem intensif, daya racun ammonia dapat terakumulasi dari sisa ekskresi dari hewan yang dibudidayakan dan deaminasi protein dari sisa pakan. Pengaruh lethal dan sub-lethal dari ammonia terhadap udang telah diteliti dengan baik. Namun, sampai saat ini relatif baru sedikit yang telah diketahui tentang pengaruh ammonia terhadap sistem kekebalan pada udang.<br />
Sensitivitas sistem kekebalan pada udang terhadap ammonia adalah tergantung pada dosis. Tingkat ammonia yang tinggi membongkar aktivitas jaringan hematopoietik, metabolisme hemocytes oksidatif dan memunculkan gen yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan. Udang menderita mortalitas yang akut dengan tingkat virulensi yang tinggi seperti Vibrio tenaeicida. Tingkat mortalitas yang rendah yang disebabkan oleh V. alginolyticus yang sedikit tetapi secara signifikan meningkat dengan bertambahnya toksisitas ammonia.</p>
<p>Polutan<br />
Polutan merupakan faktor yang sangat penting dalam mereduksi daya kekebalan dalam tubuh udang. Udang adalah sensitif terhadap beberapa jenis polutan, seperti: polychlorinated biphenyls (PCBs), polynuclear aromatic hydrocarbons (PAHs), logam berat dan pestisida.   Di Ecuador, fungisida untuk pisang banyak dipakai secara luas pada bidang pertanian yang berdekatan dengan tambak udang. Percobaan in vitro dan in vivo menunjukkan dalam jangka yang panjang, ternyata berpengaruh menurunkan daya kekebalan pada metabolisme oksidatif dalam hemocytes udang L. vannamei.</p>
<p>Kesimpulan<br />
Stres lingkungan mempengaruhi sistem kekebalan pada udang tergantung pada dosis, meneingkatkan kerentanan terhadap penyakit. Hewan memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap kodisi lingkungan yang baru. Selama periode adaptasi, kerentanan udang terhadap penyakit sering menjadi akut.</p>
<p>((petambak-maju))</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/budidayaudang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/budidayaudang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/budidayaudang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/budidayaudang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/budidayaudang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/budidayaudang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/budidayaudang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/budidayaudang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/budidayaudang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/budidayaudang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/budidayaudang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/budidayaudang.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/budidayaudang.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/budidayaudang.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=budidayaudang.wordpress.com&amp;blog=10095467&amp;post=3&amp;subd=budidayaudang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://budidayaudang.wordpress.com/2009/10/24/faktor-faktor-lingkungan-yang-mempengaruhi-respon-kekebalan-dan-daya-tahan-pada-crustacea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b9b0bd3ad7e0b28074f94b03dd1a2268?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">budidayaudang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
